Oleh:
Imrohatus Soleha
imrohatussoleha26@gmail.com
A. Pendahuluan
Provinsi Lampung, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonominya, sangat bergantung pada vitalitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini tidak hanya menjadi penyerap tenaga kerja utama tetapi juga kontributor signifikan bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, tantangan global seperti degradasi lingkungan dan isu kesenjangan sosial menuntut adanya transformasi fundamental dalam cara UMKM beroperasi. Pengembangan UMKM kini harus bergerak melampaui sekadar profitabilitas, menuju keberlanjutan yang mengintegrasikan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan. Visi ekonomi hijau yang menekankan kelestarian lingkungan dan ekonomi inklusif yang memastikan partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi kompas arah pembangunan. Dalam dinamika ini, Universitas Lampung (Unila) sebagai perguruan tinggi negeri terbesar dan tertua di Lampung, beserta mahasiswanya, memegang posisi strategis. Mahasiswa Unila, dengan bekal intelektualitas, idealisme, energi muda, dan akses terhadap sumber daya kampus, merupakan garda terdepan yang potensial untuk mengakselerasi pengembangan UMKM berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai.
B. Pembahasan
Untuk mewujudkan peran strategis tersebut, mahasiswa Unila dapat mengimplementasikan berbagai strategi yang terencana dan berdampak.
Pertama, Optimalisasi Peran sebagai Agen Transfer Pengetahuan dan Inovasi. Unila memiliki beragam fakultas dan pusat studi yang relevan, mulai dari Fakultas Pertanian, Ekonomi dan Bisnis, Teknik, hingga MIPA. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu ini dapat menjadi jembatan vital antara inovasi akademis dan kebutuhan praktis UMKM. Melalui program unggulan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Unila yang dapat dirancang khusus untuk pendampingan UMKM berkelanjutan, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat atau Kewirausahaan, serta riset skripsi/tesis yang berorientasi solusi, mahasiswa dapat mentransfer pengetahuan terkini. Contoh konkret, mahasiswa FH Unila bisa membantu dalam menganalisa aturan atau regulasi kelayakan usaha, izin usaha, atau tata cara pendirian suatu usaha. Mahasiswa FP Unila dapat memperkenalkan metode smart farming atau pengelolaan pascapanen ramah lingkungan kepada UMKM agribisnis. Mahasiswa FEB Unila bisa membantu dalam penyusunan laporan keuangan standar, analisis kelayakan bisnis hijau, atau strategi pemasaran berkelanjutan. Mahasiswa Teknik Unila dapat berkontribusi dalam perancangan teknologi tepat guna untuk efisiensi energi atau pengelolaan limbah UMKM.
Kedua, Akselerasi Digitalisasi dan Perluasan Akses Pasar. Di era Revolusi Industri 4.0, penguasaan teknologi digital adalah keniscayaan bagi UMKM. Mahasiswa Unila, yang mayoritas adalah generasi digital native, memiliki kapasitas unggul untuk melakukan pendampingan intensif. Mereka dapat melatih pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace, mengoptimalkan media sosial untuk promosi dan storytelling produk berkelanjutan, mengembangkan konten visual yang menarik (fotografi/videografi produk), serta meningkatkan literasi keuangan digital dan akses ke fintech. Mahasiswa dari program studi seperti Ilmu Komputer atau Bisnis Digital di Unila dapat mengembangkan platform atau aplikasi sederhana yang memudahkan manajemen atau pemasaran UMKM lokal. Upaya ini tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas tetapi juga membangun citra UMKM Lampung yang modern dan adaptif.
Ketiga, Penguatan Advokasi dan Edukasi Praktik Bisnis Berkelanjutan. Dengan semangat idealisme dan kemampuan komunikasinya, mahasiswa Unila dapat menjadi corong advokasi yang efektif. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mereka bisa menginisiasi kampanye, seminar, lokakarya, atau program penyuluhan mengenai pentingnya prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bagi UMKM. Fokusnya bisa pada praktik produksi bersih, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, hingga penerapan prinsip kerja layak dan inklusif (memberdayakan perempuan, penyandang disabilitas, atau kelompok marjinal lainnya). Mahasiswa Fakultas Hukum Unila juga bisa membantu UMKM memahami regulasi terkait lingkungan atau ketenagakerjaan.
Keempat, Menumbuhkan Jiwa dan Ekosistem Kewirausahaan Sosial-Hijau. Unila, melalui UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (CCED) atau inkubator bisnis yang dimilikinya, dapat secara aktif mendorong lahirnya startup mahasiswa yang berorientasi pada solusi masalah sosial dan lingkungan. Mahasiswa tidak hanya berperan mendampingi UMKM yang ada, tetapi juga menjadi aktor pencipta UMKM baru yang sustainable by design. Kompetisi rencana bisnis, program pendanaan awal, dan mentoring dari dosen serta praktisi dapat memfasilitasi mahasiswa Unila untuk mengembangkan ide bisnis inovatif, seperti UMKM daur ulang, ecotourism, pertanian perkotaan, atau produk substitusi ramah lingkungan.
Kelima, Membangun dan Memperkuat Jaringan Kolaborasi Multipihak. Transformasi UMKM berkelanjutan adalah kerja kolektif. Mahasiswa Unila dapat berperan sebagai katalisator dan fasilitator dalam membangun jembatan komunikasi dan kolaborasi antara UMKM, Unila (dosen, peneliti), pemerintah daerah (Dinas Koperasi & UKM, Dinas Lingkungan Hidup), sektor swasta (program CSR), perbankan, dan komunitas/LSM. Menginisiasi forum dialog rutin, platform berbagi informasi, atau proyek kolaboratif dapat menyatukan sumber daya dan menciptakan sinergi program yang lebih efektif untuk mendukung UMKM berkelanjutan di Lampung.
C. Penutup
Mahasiswa Universitas Lampung memiliki potensi luar biasa untuk menjadi motor penggerak utama dalam transformasi UMKM di Provinsi Lampung menuju praktik bisnis yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan (hijau), dan berkeadilan sosial (inklusif). Melalui implementasi strategi transfer pengetahuan dan inovasi berbasis riset kampus, akselerasi digitalisasi, advokasi kesadaran, penumbuhan ekosistem wirausaha sosial-hijau, serta penguatan kolaborasi multipihak, kontribusi mereka akan sangat signifikan. Keterlibatan aktif mahasiswa Unila tidak hanya akan meningkatkan daya saing dan ketahanan UMKM lokal dalam menghadapi tantangan zaman, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Lampung. Sinergi yang kuat antara semangat dan kapasitas mahasiswa, dukungan penuh dari institusi Unila, kemauan belajar UMKM, serta kolaborasi erat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya adalah kunci untuk mewujudkan visi ekonomi Lampung yang sejahtera, lestari, dan inklusif bagi semua.
Referensi
Mas, I. Gusti Ayu Made Agung, et al. Green Economy. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.
Fataron, Zuhdan Ady. “Elaborasi green marketing dan Islamic marketing ethics (studi kasus UMKM di Indonesia).” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 8.1 (2022): 80.
Noer, Lissa, et al. “Pelatihan Penerapan ESG pada UMKM di Surabaya: Meningkatkan Kesadaran dan Kapasitas Bisnis Berkelanjutan.” JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) 5.4 (2024): 1441-1452.
Zed, Etty Zuliawati, et al. “Pelatihan Implementasi Pembiayaan (Sustainable Finance) Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Kalangan UMKM Kotabaru Kabupaten Karawang.” SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3.01 (2025).
Tresnadi, Billi Aurizza, and Imbang Jaya Mangkuto. “Strategi Keberlanjutan Perusahaan Melalui Transformasi Program Corporate Social Responsibility Menjadi Creating Shared Value Dengan Menerapkan Prinsip Good Corporate Governance (Studi Kasus Pada Lini Bisnis Otomotif PT Astra International Tbk).” Journal of Entrepreneurship, Management and Industry (JEMI) 7.2 (2025): 91-108.

